Iklan

BabeCirebon
Sabtu, 14 Februari 2026, 13.27 WIB
Last Updated 2026-02-21T19:23:35Z
bencanaberitaBPBDciayumajakuningMajalengkapolres majalengkapolri

Kapolres Majalengka Kunjungi Warga Terdampak Bencana Pergerakan Tanah

Advertisement
Majalengka - Ancaman bencana adanya pergerakan tanah di Kabupaten Majalengka, berpotensi semakin meluas. seiring prakiraan curah hujan tinggi dari BMKG.

Bencana pergerakan tanah tersebut tepatnya terjadi di Desa Sukadana, Blok Godabaya, secara tiba-tiba pada Jumat (13/02/2026) dinihari dan memicu kepanikan warga setempat.

Akibatnya, 19 rumah warga mengalami keretakan pada dinding, lantai bergeser, dan struktur bangunan melemah. Dan sedikitnya 6 rumah warga lainnya terancam.

Kapolres Majalengka temui warga terdampak bencana
Kapolres Majalengka, AKBP Rita Suwandi temui warga terdampak bencana pergerakan tanah di desa Sukadana, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka

Situasi tersebut memicu kekhawatiran warga karena pergerakan tanah dinilai belum menunjukkan tanda-tanda stabil.

Jika kondisi ini terus berlanjut, sedikitnya 128 rumah dengan 517 jiwa terancam berada di zona bahaya.

Ditengah situasi darurat tersebut, Kapolres Majalengka, AKBP Rita Suwandi bersama tim BPBD Kabupaten Majalengka, didampingi Kapolsek dan Camat Malausma turun langsung ke lokasi terdampak pada Jum'at malam.

Kunjungan itu dimaksudkan guna memastikan kondisi warga, sekaligus memimpin langkah tanggap darurat.

Di hadapan warga, Kapolres AKBP Rita Suwandi menjelaskan, bahwa pihaknya telah melakukan diskusi dengan BPBD dan juga Camat setempat serta Koramil.

"Karena ini sifatnya darurat atau urgen, kami menghimbau bapak, ibu sekalian untuk mengungsi sementara," kata AKBP Rita dihadapan warga, Sabtu (14/2/2026).

Menurutnya, berdasarkan kajian dari BPBD Kabupaten Majalengka, lokasi aman yang dapat dijadikan sebagai tempat pengungsian sementara, adalah di SD Sukadana 2.

"Saya minta saran dari BPBD, dan setelah dilakukan assesment, SD Sukadana 2 cocok untuk dijadikan tempat pengungsian sementara. Karena posisinya lebih tinggi dari yang lain, sehingga dianggap lebih aman," lanjut AKBP Rita.

Dijelaskannya, dalam proses evakuasi warga ke lokasi pengungsian sementara, pihaknya akan membantu segala kebutuhan warga. Mulai dari kelengkapan tenda, ketersediaan logistik, hingga kesehatan, akan disediakan.

"Nanti kalau kelas tidak bisa menampung, maka ada tenda yang telah kami siapkan, berikut field bed. Nanti saya dan pasukan akan membantu percepatan pembangunan tenda itu. Logistiknya pun akan kita siapkan. Kami juga akan menyediakan apa-apa yang dibutuhkan bapak/ibu di sana. Saya akan follow up juga ke pak Bupati kemudian Dinas Sosial," ungkap Rita.

Kapolres menegaskan, keselamatan jiwa menjadi prioritas utama, untuk itu, ia meminta warga bersedia mengungsi sementara ke lokasi yang lebih aman hingga kondisi tanah dinyatakan stabil.

"Total 80 jiwa dari 35 kepala keluarga telah terdampak langsung. Hasil kajian teknis BPBD menemukan retakan tanah membentang sepanjang kurang lebih 150 meter, menandakan zona rawan masih sangat aktif. Jadi kami nggak mau ambil resiko, yang penting jiwanya sehat dan selamat.," katanya.

Hingga kini, aparat gabungan di Majalengka terus bersiaga dengan menyiapkan evakuasi serta tenda darurat.

Upaya mitigasi dilakukan berpacu dengan waktu untuk mencegah korban jiwa, sekaligus memastikan warga mendapatkan perlindungan maksimal di tengah ancaman pergerakan tanah yang masih aktif.