Iklan

BabeCirebon
Senin, 23 Maret 2026, 10.39 WIB
Last Updated 2026-03-23T08:11:50Z
dishubidul fitrikota cirebonmudikpemudik

Berakhirnya Fase Mudik Lebaran, Tercatat 687.573 Kendaraan Melintas Kota Cirebon

Advertisement
Kota Cirebon - Pada moment mudik dan balik Lebaran, Kota Cirebon selalu menjadi salah satu titik krusial perlintasan.

Seperti Lebaran 1447 H / 2026 tahun ini, Posko Dishub Kota Cirebon di Jalan Brigjend Dharsono (Bypass) mencatat secara kumulatif sejak H-7 Lebaran hingga H+2, volume kendaraan yang melintas dari Jakarta - Jawa maupun sebaliknya di wilayah Kota Cirebon, sebanyaj 687.573 unit.

Berakhirnya fase mudik

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon, Andi Armawan mengatakan, Kendaraan bermotor roda dua masih mendominasi arus lalu lintas dengan jumlah mencapai 32.725 unit, disusul mobil pribadi sebanyak 10.764 unit.

Dan kendaraan angkutan barang dan angkutan umum tercatat dalam jumlah yang lebih kecil, yakni angkutan barang kecil 790 unit, angkutan barang besar 152 unit, angkutan umum kecil 502 unit, serta angkutan umum besar 107 unit.

"Secara kumulatif sejak H-7 Lebaran hingga H+2 atau hari Minggu, total kendaraan mencapai 687.573 unit. Angka ini menandai berakhirnya fase arus mudik," Andi di Posko Dishub kepada Wartawan, Minggu (22/3/2026).

Menurut dia, terjadi peningkatan volume kendaraan secara signifikan, dibanding pada hari Lebaran (Sabtu, 21/3/2026).

"Pada Hari lebaran, jumlah kendaraan tercatat sebanyak 40.532 unit dalam 24 jam, sedangkan pada H+2 meningkat menjadi 45.022 unit. Artinya, terjadi kenaikan sekitar 4.490 kendaraan atau sekitar 11,08 persen," ungkapnya

Peningkatan ini mencerminkan masih berlangsungnya pergerakan pemudik, baik untuk keperluan silaturahmi lanjutan maupun awal arus balik ke daerah asal.

Meski jumlah kendaraan yang melintas tergolong tinggi, Dishub Kota Cirebon memastikan bahwa kondisi lalu lintas selama masa Angkutan Lebaran 2026 secara umum tetap aman, lancar, dan terkendali.

Tentu saja keberhasilan ini merupakan hasil dari sinergi antara berbagai pihak, lanjutnya.

Termasuk kepolisian, TNI, serta instansi terkait lainnya yang turut berperan aktif dalam pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas.

Guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, menurut Andi, aparat kepolisian, TNI, dan instansi terkait lainnya disiagakan menjaga kelancaran lalu lintas di jalur utama Kota Cirebon.