Iklan

BabeCirebon
Senin, 23 Maret 2026, 10.39 WIB
Last Updated 2026-03-23T12:03:56Z
beritaidul fitriKDMprovinsi jabarshalat ied

Usai Shalat Ied, KDM Minta Maaf Atas Kekurangannya Dalam Setahun Memimpin Jawa Barat

Advertisement
Prov. Jabar ,-  Di Tengah gema takbir berkumandang, ribuan umat muslim Bandung, Provinsi Jawa Barat, melaksanakan Shalat Ied di halaman Gedung Sate, Sabtu (21/3/2026).

Idulfitri 2026 menjadi momentum bagi umat Muslim untuk meminta maaf dan saling memaafkan atas kesalahan dan kekurangannya.

KDM minta maaf

Begitu juga yang dilakukan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM.

Ia meminta maaf kepada masyarakat Jawa Barat atas kesalahan dan kekurangannya selama setahun menjabat sebagai gubernur

KDM mengakui masih ada kekurangan dalam setahun memimpin Jawa Barat.

Kekurangan itu tampak dari pembangunan infrastruktur yang belum merata,  terlebih dalam mengelola anggaran yang belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan warga Jawa Barat, hingga sulitnya kehidupan sejumlah warga Jabar.

"Saya memahami bahwa kemampuan pemerintah dalam pengalokasian anggaran masih belum memuaskan warga Jawa Barat. Di infrastruktur, masih banyak jalan-jalan di pelosok pedesaan yang rusak dan bergelombang," ujar KDM usai salat Idulfitri di halaman Gedung Sate, Sabtu (21/3/2026).

Ia juga masih melihat ada warga yang meninggal tetapi keluarga tidak mampu membeli kain kafan. Ada juga siswa yang orangtuanya tak mampu membeli baju dan sepatu sekolah.

Masih ada saluran irigasi yang belum terbangun, rumah warga yang rusak, anak-anak belum mendapatkan sekolah, dan kesulit warga berobat karena tidak masuk dalam data BPJS Kesehatan.

Bahkan, masih ada warga yang tidak bisa makan karena kehabisan beras. Masalah lain yang kerap ditemui yakni kecelakaan akibat jalan rusak, warga yang tak mampu membayar biaya melahirkan dan pengobatan rumah sakit hingga meninggal.

Menurut ia, kondisi itu tidak akan terjadi apabila Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sunguh-sungguh mengelola anggaran pemerintah dan berpihak pada rakyat.

"Saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Jabar atas kekeliruan kami dan kami mohon ampun kepada Allah belum memberikan pelayanan terbaik," ucapnya.

Ia berjanji akan mengevaluasi dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat Jabar. Realokasi anggaran akan dilakukan agar dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat.

KDM bahkan berjanji untuk mengurangi waktu tidurnya agar bisa semakin maksimal melayani masyarakat.

“Pemimpin tidak bisa tidur ketika masih ada rakyat yang lapar, tidak sekolah, atau kesulitan berobat,” ujarnya.

Menurut ia, pelayanan maksimal sudah seharusnya diterima masyarakat karena patuh membayar pajak.

Pada kesempatan itu, KDM juga berterima kasih kepada masyarakat Jabar yang sudah patuh membayar pajak.

Bahkan, pemasukan pajak Jabar selama Ramadan meningkat dibandingkan bulan lain.