Iklan

BabeCirebon
Rabu, 04 Maret 2026, 11.20 WIB
Last Updated 2026-03-17T11:18:37Z
beritaciayumajakuningDPPKBP3Ahukumkabupaten cirebonKDMkriminalprovinsi jabarTPPOVina

Vina Warga Cirebon Menjadi Korban Dugaan TPPO Di Cina, Memohon Untuk Dipulangkan

Advertisement
Kab Cirebon - Setelah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada, Jum'at (6/3/2026) pukul 13.55 WIB, Vina (27) langsung dibawa ke rumah aman untuk menjalani pemulihan psikologis dan pemeriksaan kesehatan oleh tim dari DP2AKB Provinsi Jawa Barat.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi korban pulih, sekaligus menindaklanjuti proses penyelidikan terhadap pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Selain itu, Polda Jabar juga akan melakukan proses hukum terkait dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dialami korban.

Vina korban dugaan TPPO
Vina warga Kabupaten Cirebon menjadi korban dugaan TPPO di Cina dalam videonya meminta bantuan KDM untuk dipulangkan ke Indonesia (foto: tangkapan layar)

Kasus Vina ini sebelumnya mencuat setelah video pengakuan Vina beredar di jagat maya.

Dimana dalam video tersebut, Vina yang berasal dari Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, memohon bantuan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar dapat dipulangkan ke Indonesia.

Vina memberitahukan kondisi saat itu yang berada di Cina dan mengaku bahwa dirinya telah menjadi korban "Pengantin Pesanan" oleh sesama warga WNI.

"Kepada Gubernur Jawa Barat, Pak Dedi Mulyadi. Perkenalkan nama saya Vina dari Cirebon. Saya berada di Cina saat ini. Saya ingin memberitahu terkait kondisi saya, bahwa saya telah menjadi korban Pengantin Pesanan," ujar Vina dalam videonya.

Disebutkan pula oleh Vina, berkas-berkas serta paspornya di sita, bahkan ia kerap mendapat kekerasan fisik serta dikurung di dalam rumah dan tidak dibolehkan kembali ke Indonesia.

Menanggapi Video tersebut, Dedi Mulyadi atau biasa akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) berjanji akan menangani dan melakukan proses penjemputan dari Cina, seperti yang terjadi sebelumnya di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Insya Allah, nanti akan ditangani, dijemput seperti warga yang lain ketika di Maumere, NTT kemarin. Nanti saya sampaikan datanya ke pak Bupati," kata KDM , Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, banyak perempuan-perempuan di Jawa Barat yang tergoda oleh:
  1. Janji Uang
  2. Janji dinikahi dengan mahar yang mahal
Yang semua janji-janji itu tidak pernah ditepati.