Iklan

BabeCirebon
Jumat, 20 Februari 2026, 07.06 WIB
Last Updated 2026-02-26T17:15:48Z
beritaciayumajakuningeffendi edoinfrastrukturkabel optikkota cirebonwalikota cirebon

Kabel-Kabel Semrawut Di Kota Cirebon Mulai Dirapihkan Untuk Selanjutnya Ditanam

Advertisement
Kota Cirebon - Bertepatan awal Puasa Ramadan 1447 H, Walikota Cirebon, Effendi Edo meninjau langsung penataan kabel telekomunikasi sebagai langkah awal merapikan wajah kota.

Menurutnya, penataan kabel ini akan terus dilakukan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.

Bagi Wali Kota, keselamatan warga dan keindahan tata ruang bukan sekadar target pembangunan, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan hadir di lapangan, memastikan setiap proses berjalan tertib, aman, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Walikota Cirebon tinjau penataan kabel
Walikota Cirebon, Effendi Edo meninjau penataan kabel telekomunikasi

"Karena hari ini bertepatan dengan awal puasa, ini juga menjadi awal untuk perapihan kabel di Kota Cirebon. Insya Allah, mulai hari ini dan beberapa bulan ke depan, kita targetkan kurang lebih satu kilometer per hari saat pelaksanaan," ujar Wali Kota, Kamis (19/2/2026).

Pada tahap awal perapihan kabel ini, lanjut Edo, terdapat sembilan ruas jalan yang menjadi prioritas untuk dirapikan. Secara keseluruhan, panjang kabel yang akan ditata pada tahap awal ini diperkirakan mencapai kurang lebih 15 kilometer di wilayah Kota Cirebon.

Fokus utama saat ini adalah perapihan kabel yang semrawut di atas permukaan. Setelah itu, Pemerintah Kota akan menyiapkan infrastruktur ducting sebagai jalur kabel bawah tanah, jelasnya.

"Pemotongan kabel dilakukan manakala infrastruktur untuk pemindahan kabel di bawah tanah sudah siap. Jadi kita rapikan dulu, siapkan ducting, baru kemudian kabel yang di atas dipotong dan dipindahkan ke bawah," ungkapnya.

Wali Kota juga menekankan bahwa langkah ini telah melalui kajian dan studi banding ke sejumlah daerah yang lebih dahulu melaksanakan penataan serupa. 

"Kami sudah berkunjung ke Kota Bandung dan Kota Bogor. Alhamdulillah, tidak ada keluhan terkait gangguan jaringan internet di rumah-rumah warga. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir," tegasnya didampingi jajaran Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon dan perangkat daerah terkait serta perwakilan operator.

Saat ini, tercatat kurang lebih 18 operator telekomunikasi yang beroperasi di Kota Cirebon, meskipun tidak semua ruas jalan dilintasi jumlah operator yang sama.

Penataan dilakukan secara terkoordinasi agar tidak menimbulkan gangguan layanan. 
Adapun Pelaksanaan teknis perapihan kabel dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL).

Terkait rencana relokasi kabel ke bawah tanah, Ketua Korwil APJATEL Jawa Barat, Yudiana Arifin menegaskan, bahwa prosesnya akan melalui tahapan, termasuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama. Secara teknis, ducting akan dibangun terlebih dahulu. 

"Kita pakai kabel yang baru, yang kabel existing sudah tidak bisa dipakai. Setelah sistem bawah tanah terbangun, baru kabel yang di atas dipotong," kata Yudi.

Ia juga memastikan bahwa seluruh pembiayaan relokasi menjadi tanggung jawab operator tanpa menggunakan APBD. 

"Ini tanpa APBD. Semua didorong oleh operator, dan memang menjadi kewajiban kami. Demi estetika dan keamanan kota, jika ada arahan dari pemerintah daerah, kami harus bersedia dan melaksanakan," tegasnya.

Yudi juga meminta kepada masyarakat untuk tidak merasa khawatir mengenai kabel yang menjuntai atau putus. Sebab kabel telekomunikasi berbeda dengan kabel listrik.

Dimana untuk kabel telekomunikasi merupakan kabel fiber optik, kabel yang tidak mengandung aliran listrik (stroom) sehingga relatif aman.