Iklan

BabeCirebon
Kamis, 19 Februari 2026, 20.34 WIB
Last Updated 2026-02-25T21:19:16Z
bencanaberitaBupati MajalengkaciayumajakuningKDMMajalengkaprovinsi jabarsosial

Lahan Relokasi Korban Bencana Tanah Bergerak, Akan Ditata Menjadi Kampung Wisata Oleh KDM

Advertisement
Majalengka - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atau biasa disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) mengunjungi warga korban tanah bergerak di Blok Godabaya, Desa Sukadana, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, kamis (19/2/2026).

Dedi Mulyadi turun ke lapangan dengan sepeda motor didampingi Bupati Majalengka, Eman Suherman, serta jajaran Forkopimda.

Di Balai Desa Sukadana, suasana haru dan sesekali diselingi canda menyelimuti pertemuan antara pemerintah dan warga.

KDM temui warga terdampak bencana di Balai Desa Sukadana
Dedi Mulyadi didampingi Bupati Majalengka serta unsur Forkompinda Majalengka, temui warga terdampak tanah bergerak di balai desa Sukadana

Korban bencana pergerakan tanah Majalengka ini dipastikan akan direlokasi ke kawasan yang lebih aman dan ditata menjadi kampung wisata berbasis hunian tahan gempa.

"Rumah yang dibangun berbahan kayu, lebih ringan dan tahan gempa. Desainnya menonjolkan unsur tradisional, tetapi tetap kokoh dan fungsional. Warga harus kembali tinggal dengan aman dan nyaman," ujar KDM.

KDM menegaskan komitmen Pemprov Jawa Barat mengalokasikan anggaran untuk pembangunan rumah kayu yang dirancang fleksibel terhadap goncangan. Setiap unit rumah panggung diproyeksikan menelan biaya sekitar Rp40 juta.

Selain hunian, dana tersebut juga akan digunakan untuk penataan infrastruktur kawasan.

"Nanti konsep penataan ulang kawasan relokasi dengan pendekatan berbeda, membangun hunian berbasis kearifan lokal yang terintegrasi dengan konsep kampung wisata. Kita tata jalannya, kita buat rumahnya yang bagus. Kampung ini harus berubah menjadi kampung wisata," tegasnya," ungkap KDM.

Menurutnya, Konsep kampung wisata ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi relokasi korban pergerakan tanah di Majalengka, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga terdampak.

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jawa Barat juga memberikan bantuan biaya hidup sementara sebesar Rp10 juta per Kepala Keluarga (KK) secara simbolis.

Sementara itu, Bupati Majalengka, Eman Suherman memastikan, Pemkab Majalengka segera menyiapkan lahan relokasi yang tidak jauh dari Desa Sukadana, namun berada di zona aman dan bebas dari potensi pergerakan tanah.

"Kami siap menyediakan lahan relokasi yang aman. Terima kasih atas perhatian dan langkah cepat dari Bapak Gubernur," ujar Eman.

Eman menilai, kebiasaan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun ke lapangan dengan sepeda motor membawa dampak positif bagi penanganan bencana di daerah.

"Kami apresiasi atas langkah cepat Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membantu warga terdampak bencana. Dan itu sangat dirasakan warga," ungkapnya.

Ia menyebut, bantuan yang disalurkan tersebut, mencakup biaya hidup sementara sebesar Rp10 juta per KK bagi 25 keluarga, serta rencana pembangunan 40 unit rumah baru bagi warga Blok Godabaya yang menjadi korban longsor dan pergeseran tanah.

“Sehat-sehat Pak Gubernur. Hatur nuhun mewakili masyarakat Majalengka, terutama warga yang terdampak. Pokoknya Jawa Barat Istimewa, Majalengka langkung sae,” ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Majalengka menyatakan siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk percepatan pemulihan, termasuk penyiapan lahan dan pendampingan warga selama proses relokasi dan pembangunan hunian baru.