Advertisement
Ciamis - Sebuah video viral datang dari warga Ciamis, Jawa Barat yang mengadu kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi soal fasilitas Mobil Siaga Desa berbayar.
![]() |
Warga Ciamis melalui unggahan video di medsos mengadu ke Dedi Mulyadi soal fasilitas mobil siaga desa berbayar (foto: tangkapan layar Instagram KDM) |
Dilihat dalam video itu, warga sekaligus pengunggah video tersebut, mengaku terpaksa memboncengi 2 orang lansia (lanjut usia) yang hendak berobat ke RSUD Ciamis menggunakan motor, lantaran tak sanggup membayar biaya Mobil Desa.
Perjalanan sejauh 28 kilometer itu ditempuh menggunakan sepeda motor, karena keluarga tak sanggup menebus tarif Mobil Siaga Desa yang dipatok hingga Rp400.000.
"Pak Dedi tingali, warga Desa Hegarmanah, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, tingali pak Dedi, anu Bade ka Rumah Sakit belaan dirempet tiluan. Teu sanggem pak Dedi, Mayar mobil desa na awis teuing," ujar warga Ciamis dalam unggahannya.
Selanjutnya, warga sekaligus pengunggah video itu, meminta Dedi Mulyadi datang ke desanya dan melakukan audit.
"Coba di audit ka deui pa Dedi. Ka Desa Hegarmanah. Abdi sebagai warga na tos capek. Upami nyarios sok ngerasa di hakimi pak Dedi. Abdi teh sok di salah-salahkeun," lanjutnya.
Atas viralnya video keluhan warga Ciamis itu, memancing reaksi sekaligus solusi dari Gubernur Jawa Barat,
Dedi Mulyadi atau akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) melalui akun IG pribadinya, KDM tidak hanya mengkritik, tetapi juga membedah realita pahit di balik pengelolaan fasilitas desa tersebut.
"Ini ada satu postingan, saya mohon maaf masih ada desa yang belum menggunakan ambulans desanya dengan optimal untuk kepentingan warga," ucap KDM dalam unggahannya di Instagram pribadinya, dikutip Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, ada dua hal mendasar yang terjadi di Desa itu. Dimana Supir ambulans tidak memiliki honor yang memadai dan kedua, BBM nya seringkali tidak tersedia.
Atas dua hal mendasar itu, KDM mencoba memberikan solusi berupa "rereongan sapoe saribu" (patungan sehari seribu).
"Menurut saya hal ini bisa terantisipasi dengan rereongan sapoe saribu. Sehingga warga bisa mengumpulkan sehari seribu rupiah dan uangnya bisa digunakan untuk saling membantu satu sama lain," ungkapnya.
Nantinya uang tersebut, sambung KDM, bisa dipergunakan ketika warganya ada masalah, termasuk didalamnya untuk BBM ambulans, transport honor supirnya.
"Nanti saya coba untuk menghubungi kepala desanya, apa yang menjadi faktor penyebab peristiwa ini terjadi. Mohon maaf, masih ada ketidaknyamanan dalam layanan kesehatan di desa, hatur nuhun," tutup KDM.
Langkah ini diambil untuk memastikan apakah kendala tersebut murni masalah operasional atau ada malapraktik dalam pelayanan publik di desa tersebut.

