Iklan

BabeCirebon
Rabu, 18 Maret 2026, 16.46 WIB
Last Updated 2026-03-19T09:33:28Z
beritaBIciayumajakuninghukumkabupaten cirebonkriminalPolresta CirebonpolriUpal

Polisi Gerebek Tempat Percetakan Upal Di Cirebon Dan Amankan Pelaku Beserta Lembaran Upal Senilai Rp12 Miliar

Advertisement

Kab. Cirebon - Kepolisian Resort Kota (Polresta) Cirebon bergerak cepat membongkar produksi rumahan percetakan Uang Palsu (Upal) di wilayah Gegesik, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon.

Konpers pengungkapan percetakan Upal
Polresta Cirebon gelar Konferensi Pers pengungkapan kasus Upal di wilayah Gegesik, Kabupaten Cirebon

Upal senilai Rp12 miliar ini, rencananya akan diedarkan pada momen Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Bersama Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Imara Utama, Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol I Putu Ika Prabayar menyampaikan, kegiatan ilegal tersebut terungkap berdasarkan adanya laporan masyarakat.

"Berdasarkan adanya laporan masyarakat, Polisi akhirnya melakukan penggrebekan dan menangkap seorang tersangka berinisial S saat sedang mencetak Upal," ucap Putu saat Konferensi Pers, Selasa 17 Maret 2026.

Berdasarkan keterangan dari tersangka S, lanjut Putu, diakui bahwa aksinya ini telah dilakukan semenjak tahun 2022.

"Dari semenjak itu (tahun 2022) tersangka ini belajar melakukan pemalsuan uang, sampai akhirnya sudah bisa mencetak Upal seperti yang kita lihat sekarang ini," lanjut Putu.

Untuk menghindari kecurigaan warga sekitar, sambung Putu, tersangka sengaja menyamarkan lokasi produksi Upal di sebuah rumah biasa di Kecamatan Gegesik.

Namun, didalamnya tersangka menyiapkan berbagai peralatan untuk mencetak uang.

Adapun terkait peredaran uang palsu dari hasil karya tersangka S yang telah beroperasi beberapa tahun ini, Putu mengaku masih dilakukan pendalaman lebih lanjut.

"Itu masih kita dalami. Tersangka S ini kurang lebih dua atau tiga hari lalu kita amankan. Jadi, saat ini Upal yang kita amankan disini belum beredar. Rencananya akan diedarkan disejumlah daerah luar Jawa Barat, Jawa Timur, Bali dan NTB," jelasnya.

Selain mengamankan tersangka S, Jajaran Polresta Cirebon juga turut mengamankan berbagai barang bukti, seperti:

  1. Tumpukan uang pecahan Rp100.000
  2. Lembaran besar uang yang belum dipotong
  3. Kertas bertuliskan "BB Kertas Watermark"
  4. Printer dan mesin cetak Offset
  5. Laptop, dan
  6. Alat penghitung uang

Didasarkan dari berbagai alat bukti yang berhasil diamankan, menurut Putu, pihaknya masih mendalami kemungkinan adanya jaringan lain dalam kasus tersebut.

"Dari beberapa alat yang kita temukan, memang ada beberapa terduga pelaku lainnya yang masih dalam proses penyelidikan. Kami mohon do'anya untuk untuk pelaku lainnya agar bisa segera kita amankan," ucap Putu.

Saat Konferensi Pers, terlihat Upal tersebut secara kasat mata tampilannya menyerupai uang asli, meskipun sebagian masih dalam bentuk lembaran.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Imara Utama mengungkapkan lembaran uang tersebut belum sempat beredar dan semuanya masih.

"Alhamdulillah, untuk cetakan kali ini belum sempat beredar, semuanya masih utuh. Kita amankan. Total-total jika uang ini tercetak dan beredar di masyarakat, itu sejumlah Rp12 miliar," ungkap Kombes Imara.

Sementara, Deputi Kantor Perwakilan BI Cirebon, Himawan menyebut, Upal itu secara visual memang mirip dengan yang asli. Namun, dari sisi bahan dan fitur keamanan, memiliki perbedaan secara signifikan.

"Jika kita lihat secara kasat mata, memang mirip dengan yang asli. Namun, jika diteliti lebih lanjut, uang ini menggunakan kertas yang berbeda dengan yang asli," jelas Himawan.

Dijelaskannya, uang asli menggunakan kertas berbasis serat kapas, sedang Upal dibuat dari kertas biasa yang diolah agar menyerupai tekstur uang asli.

"Kasus ini menjadi perhatian karena terjadi menjelang Idul Fitri. Dimana aktivitas ekonomi meningkat di kondisi tersebut kerap dimanfaatkan pelaku untuk mengedarkan Upal," sambungnya.

Ia mengimbau, masyarakat untuk lebih waspada dengan selalu memeriksa keaslian uang, terutama saat melakukan transaksi dalam jumlah besar menjelang lebaran.