Iklan

BabeCirebon
Minggu, 01 Februari 2026, 18.51 WIB
Last Updated 2026-03-04T07:23:46Z
beritaBupati Kuninganciayumajakuningdiskanakfenomenaikan dewakuningan

Jumlah Kematian Massal Ikan Keramat Terus Bertambah Hingga Ratusan

Advertisement
Kuningan - Jumlah ikan Dewa di Balong Girang, Cigugur, Kabupaten Kuningan yang mati terus bertambah secara signifikan.

Terakhir dilaporkan hingga mencapai ratusan ekor. Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, Minggu (1/2/2026) turun langsung meninjau lokasi untuk memastikan kondisi serta menentukan langkah-langkah penanganan segera.

bupati kuningan meninjau balong girang
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar meninjau lokasi Balong Girang Cigugur melihat kondisi serta menentukan langkah-langkah penanganan segera

Dari keterangan pengelola Balong, Bupati Dian mendapatkan informasi bahwa kematian ikan Dewa diketahui sejak Kamis lalu dengan jumlah awal 24 ekor.

Dan terus bertambah dalam beberapa hari terakhir ini. Bupati Dian mengatakan, bahwa kematian massal ikan ini merupakan persoalan serius, karena baru terjadi selama ini.

"Ini persoalan serius. Baru saja saya cek, jumlahnya sudah mencapai 150 ekor. Ini belum pernah terjadi," kata Bupati Dian di lokasi.

Sesuai rekomendasi petugas Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) untuk penambahan oksigen melalui pompanisasi air, Bupati menginstruksikan untuk segera menambah pompa air.

"Segera tambah pompa air dengan menghubungi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian guna mencegah kematian ikan semakin meluas," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengapresiasi laporan masyarakat dan mengimbau warga agar tidak ragu menyampaikan informasi apabila menemukan persoalan penting di lingkungan sekitar.

“Untuk hal-hal krusial dan serius, jangan sungkan melapor. Bisa melalui pesan WhatsApp ke dinas terkait atau camat setempat. Insyaallah akan segera kita tangani,” tuturnya.

Bupati menegaskan, ikan dewa atau biasa disebut dengan ikan keramat di Balong Cigugur bukan sekadar objek wisata, melainkan simbol dan kebanggaan masyarakat Kuningan Ikan ini adalah bagian simbol Kuningan, ikan yang tidak ditemukan di daerah lain.

Saya sangat sedih dan menyesalkan kejadian seperti ini. Insya Allah langkah-langkah cepat akan segera ditangani,”ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Diskanak Kabupaten Kuningan, Denny Rianto, menjelaskan terdapat indikasi penyakit pada ikan.

Beberapa ciri yang ditemukan di antaranya mulut ikan berwarna putih, adanya parasit cacing, serta dugaan perubahan suhu ekstrem.

"Penyebab pasti kematian ikan keramat masih dalam proses pendalaman. Selain faktor penyakit dan suhu, kemungkinan lain seperti kolam yang tidak dikuras dan kekurangan nutrisi,' jelas Deni.