Iklan

BabeCirebon
Minggu, 01 Februari 2026, 18.48 WIB
Last Updated 2026-03-03T05:19:18Z
beritadiskanakfenomenaikan dewakuningan

Kematian Massal Ikan Dewa Gegerkan Warga Kuningan

Advertisement

Kuningan - Puluhan Ikan Dewa (Tor Soro) di Balong Girang Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, dalam beberapa hari terakhir mendadak mati.


petugas Diskanak Kabupaten Kuningan meneliti penyebab kematian ikan dewa
Petugas Diskanak Kuningan meneliti penyebab kematian mendadak puluhan ikan dewa

Fenomena kematian puluhan jenis Ikan air tawar yang menjadi ikon di Kabupaten Kuningan itu, pertama kali diketahui warga pada, Kamis (29/1/2026) dan terus terjadi sampai akhir pekan ini.


Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan, melakukan pemantauan langsung guna mengetahui penyebab kematian ikan-ikan tersebut.


Kepala Bidang Diskanak Kabupaten Kuningan, Denny Rianto mengatakan, dari hasil pengamatan terhadap ikan yang mati maupun yang masih hidup, menunjukkan kondisi yang abnormal dengan gejala ikan tampak lemas dan pasif.


Disamping itu, terdapat luka berwarna merah (hemoragi) pada permukaan tubuh. Insang berwarna pucat dan terdapat bercak putih, sisik mudah terlepas.


Dugaan sementara, menurut Denny, kematian massal ikan dewa itu, disebabkan adanya parasit cacing dan dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda kawasan setempat dalam beberapa hari terakhir. 


puluhan ikan dewa mendadak mati
Puluhan ikan dewa di Cigugur Kuningan mendadak mati

"Setelah dilakukan pengamatan, kami menemukan parasit cacing di dalam mulut ikan yang mati. Itulah mungkin penyebab kematian ikan-ikan ini," jelas Denny.


Dari hasil observasi Diskanak, terdapat sedikitnya 50 ekor ikan dewa yang mati dalam 3 hari terakhir.


Selain parasit cacing sebagai faktor utama penyebab kematian, lanjut Denny, kualitas udara di kolam juga mempengaruhi kesehatan ikan-ikan tersebut.


"Selain parasit cacing, kualitas udara di kolam juga mempengaruhi kesehatan ikan, kurangnya pakan, debit udara yang masuk ke kolam juga sangat kurang, serta sirkulasi air yang kurang. Inilah yang menyebabkan ikan mudah terserang penyakit," jelasnya.


Meski begitu, penyebab pasti lainnya atas kematian ikan-ikan ini masih dalam tahap investigasi Diskanak lebih lanjut.