Iklan

BabeCirebon
Jumat, 13 Februari 2026, 14.37 WIB
Last Updated 2026-02-21T18:52:53Z
bansosberitaciayumajakuningdinsosMajalengkasosial

Rumah Dipasang Stiker "Keluarga Miskin'" Warga Majalengka Pilih Mundur Dari Penerima Bansos

Advertisement

Majalengka - Langkah baru Pemerintah Kabupaten Majalengka berupa pemasangan stiker penerima Bantuan Sosial (Bansos) di tiap rumah beberapa hari terakhir, viral di media sosial (medsos).


pemasangan stiker bansos di rumah
Pemasangan stiker penerima bansos di rumah warga 

Tampak sebuah rumah mewah milik warga di Desa Jatiserang, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka, dipasangi stiker penerima bansos oleh petugas, Kamis (12/2/2026) siang.


Rumah tersebut memiliki garasi dan tampak AC serta di halaman rumah tersebut, sebuah kendaraan mobil yang ditutup sarung kendaraan terparkir. 


Jelas saja hal ini menjadi perhatian warga saat petugas gabungan dari Dinas Sosial, pihak Kecamatan dan Perangkat Desa Jatiserang dengan pengawalan Polisi, melakukan penandaan pemasangan stiker penerima Bansos di rumah mewah tersebut.


Kepala Desa Jatiserang, Tirta Wirahman merespon baik program Pemkab Majalengka dengan pemasangan stiker khusus penerima Bansos di tiap rumah ini.


"Bahwa kenapa kami sangat merespon baik program pemerintah. Karena kalau dengan adanya pemasangan stiker ini bagi warga masyarakat yang memang benar-benar layak, itu kan malu," ujar Tirta di sela-sela kegiatan pemasangan stiker bersama petugas kepada media, kamis (12/2/2026).


Sehingga mereka berinisiatif tanpa dengan  paksaan, untuk bisa mengundurkan diri. Demi ada rasa keadilan, mana yang kaya dan mana yang miskin, lanjut Tirta.


"Mana yang bisa menerima manfaat daripada Bansos ini," tambahnya.


Desa Jatiserang, menurut Tirta, terdapat 1.512 penerima Bansos dari berbagai program. Namun, dari jumlah tersebut, hanya sekitar 800 keluarga yang rumahnya telah ditempeli stiker karena dalam satu keluarga bisa menerima lebih dari satu jenis bantuan.


“Yang rumahnya dipasang stiker sekitar 800 keluarga karena dalam satu KK ada yang menerima dua, tiga, bahkan empat jenis bantuan," terangnya.


Sejumlah warga yang rumahnya dipasangi stiker Bansos "Keluarga Miskin' memilih mengundurkan diri. 


Bahkan, sebagian warga menolak rumahnya ditempeli stiker dan memilih mengundurkan diri secara tertulis sebagai penerima bantuan.


Pemasangan stiker tersebut dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Majalengka bersama pemerintah desa sebagai bagian dari validasi dan pemutakhiran data penerima bansos agar tepat sasaran.

Dalam proses pendataan di lapangan, petugas menemukan sejumlah penerima bansos yang kondisi rumahnya tergolong layak huni, bahkan memiliki kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor. 

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Majalengka melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan, Apip Supriyanto menyebut, jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Majalengka cukup signifikan.


Menurutnya, untuk Program Keluarga Harapan (PKH) tercatat sebanyak 52.991 penerima, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 123.036 penerima, Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) 213.047 penerima, serta Bantuan Pangan (Bapang) mencapai 135.130 penerima.


"Dinas Sosial berkomitmen melakukan verifikasi dan pemutakhiran data setiap bulan. Langkah ini menjadi fondasi penting untuk memastikan bantuan sosial benar-benar menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan, sekaligus menjaga integritas program bansos di Kabupaten Majalengka," kata Ayip.


Hingga saat ini, pemasangan stiker di rumah-rumah penerima Bansos baru dilakukan di sejumlah desa. Sisanya baru dilakukan pekan depan menunggu distribusi stiker tiba