Advertisement
Kota Cirebon - Walikota Cirebon, Effendi Edo melakukan inspeksi sarana transportasi angkutan lebaran 1447 H serta pemeriksaan kesehatan pengemudi di Terminal A Harjamukti, Kota Cirebon, Rabu (11/03/26).
Didampingi Kapolres Cirebon Kota, jajaran Dinas Perhubungan, dan perangkat daerah terkait, menyisir satu per satu kelengkapan administrasi hingga kondisi fisik bus, mulai dari sistem pengereman, lampu, hingga kelayakan ban.
Hal itu dilakukan sebagai langkah awal Pemerintah Kota Cirebon untuk memastikan setiap armada yang keluar-masuk Kota Cirebon dalam kondisi layak jalan demi menjamin keselamatan penumpang, menjelang momentum mudik Lebaran.
Sebanyak 120 armada telah disiapkan untuk melayani pemudik yang akan menuju berbagai wilayah, terutama untuk rute lintas provinsi.
Tidak hanya pada bus-bus reguler, pengecekan laik jalan juga dilakukan pada bus pariwisata
Dari hasil pengecekan keselamatan atau ramp check kendaraan angkutan Lebaran hingga kesehatan para pengemudi, Wali Kota menyatakan rasa syukurnya karena hasil pemeriksaan sementara menunjukkan hasil yang positif.
"Alhamdulillah, semuanya dalam kondisi baik, baik dari sisi administrasi maupun cek fisiknya. Tadi pengemudinya juga kita cek kesehatannya, semuanya dinyatakan layak untuk angkutan Lebaran," ujarnya usai meninjau armada bus di terminal.
Pihaknya menegaskan, jika dalam pemeriksaan lanjutan ditemukan ketidaklayakan, baik pada kendaraan maupun kondisi fisik pengemudi, Pemkot Cirebon tidak segan-srgan untuk melarang armada tersebut beroperasi.
Menurutnya, keselamatan warga tidak bisa ditawar, sehingga pengecekan sumber daya manusia dan fisik kendaraan menjadi harga mati sesuai aturan Kementerian Perhubungan.
Selain kesiapan transportasi, perbaikan jalan di wilayah perkotaan juga menjadi sorotan.
Pemkot Cirebon melalui dinas terkait sedang mengebut penutupan lubang-lubang jalan di jalur nasional, provinsi, maupun jalan kota.
Targetnya, seluruh pengerjaan fisik infrastruktur jalan harus rampung pada H-2 Lebaran agar tidak mengganggu arus lalu lintas saat puncak mudik terjadi.
Untuk persoalan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang padam juga tak luput dari perhatian.
"Saat ini, tercatat ada sekitar 60 titik PJU yang termonitor sedang dalam proses perbaikan. Kami terus berkoordinasi dengan kementerian untuk jalur nasional dan provinsi. Insyaallah dalam waktu dekat semuanya sudah bisa aktif kembali, termasuk di area kritis seperti Kalijaga," terang Wali Kota.
Dengan sinergi antara pemeriksaan kelaikan kendaraan, perbaikan infrastruktur jalan, dan kesiapan pos pengamanan, Pemerintah Kota Cirebon berharap arus mudik tahun ini dapat berjalan dengan lancar.
Di sisi pengamanan, Kapolres Cirebon Kota, Eko Iskandar juga telah memetakan titik-titik krusial yang diprediksi akan mengalami kepadatan.
Pihak kepolisian menyiapkan pos terpadu di GTC, serta pos pelayanan di rest area Tol Palikanci KM 207A dan 208B.
Fasilitas yang disediakan di pos pelayanan pun cukup lengkap, mulai dari tempat istirahat hingga layanan pijat bagi pemudik yang kelelahan.
Kapolres menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas di jalur arteri Pantura akan diterapkan secara situasional.
Salah satu fokusnya adalah pengurangan titik putar balik (u-turn) untuk meminimalisir hambatan arus.
"Kami menjamin tidak ada lalu lintas yang stuck atau berhenti total. Kepadatan mungkin tidak bisa dihindari, namun pola-pola rekayasa tetap disiapkan agar arus tetap mengalir," jelas Kapolres.
Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa kondisi kesehatan sebelum melakukan perjalanan jauh dan tetap mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
