Iklan

BabeCirebon
Kamis, 12 Maret 2026, 09.29 WIB
Last Updated 2026-03-22T14:28:34Z
erwan setiawanidul fitrimudikoperasi ketupat 2026pemudikPolda jabarprovinsi jabar

Sebanyak 26.692 Personel Gabungan Disiagakan Polda Jabar Dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026

Advertisement
Prov. Jabar - Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan menjelaskan, Jawa Barat memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia dengan total sekitar 50,7 juta jiwa.

Dari jumlah tersebut, sekitar 97,3 persen atau lebih dari 49 juta orang beragama Islam.

Sehingga menjadikan Jawa Barat sebagai salah satu jalur utama perlintasan pemudik setiap tahun.

Wakil Gubernur Jabar, Erwan Setiawan

"Kondisi tersebut menimbulkan tantangan tersendiri dalam pengelolaan lalu lintas, keamanan, ketertiban, serta pelayanan publik selama masa libur Lebaran," kata Erwan dalam keterangan tertulisnya, saat Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Aula Ditlantas Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (10/3/2026).

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendukung penuh pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 guna memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Idulfitri.

Ia berharap, seluruh unsur yang terlibat dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 memperkuat koordinasi di berbagai sektor, mulai dari pengaturan lalu lintas hingga pelayanan kepada masyarakat.

"Berdasarkan data, sekitar 21,52 persen pemudik nasional atau sekitar 30,97 juta orang berasal dari Jawa Barat dan melakukan perjalanan ke luar daerah," terangnya.

Sedangkan, lanjut Erwan, pemudik yang masuk ke Jawa Barat diperkirakan mencapai 15,90 persen atau sekitar 25,09 juta orang.

Dia juga menyoroti pentingnya kesiapan layanan kesehatan serta mitigasi bencana, termasuk penyampaian informasi cuaca kepada masyarakat.

“Pembaruan data dan sosialisasi kepada masyarakat yang akan mudik mengenai kondisi cuaca harus betul-betul dilakukan, baik per hari maupun per jam. Dengan demikian, masyarakat dapat menentukan waktu perjalanan yang aman,” sambungnya.

Pemerintah Provinsi, ujar dia, memastikan ketersediaan bahan pokok, energi, serta layanan publik lainnya selama periode libur Idulfitri.

“Insyaallah kami bersama jajaran akan terus melakukan pengecekan, tidak hanya terkait arus mudik tetapi juga ketersediaan bahan pokok, energi, dan layanan publik lainnya,” tuturnya.

Sementara, Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan mengatakan, sebanyak 26.692 personel gabungan disiagakan dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026.

Personil gabungan berasal dari Polda, Polres, TNI dan instansi terkait lain.

Dengan rincian; 
  1. Sebanyak 2.440 personel berasal dari Polda Jabar,
  2. Sebanyak 12.657 personel dari jajaran Polres,
  3. serta 11.595 personel dari unsur Tentara Nasional Indonesia dan berbagai instansi lainnya.

"Dengan pelibatan puluhan ribu personel tersebut, diharapkan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran di Jawa Barat dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif," kata Rudi di Aula Ditlantas Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa.

Beberapa hal yang menjadi perhatian dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026, di antaranya pengaturan dan rekayasa lalu lintas di jalur-jalur mudik utama, kesiapan infrastruktur jalan, serta pengamanan di pusat keramaian seperti tempat ibadah, terminal, stasiun, pelabuhan, dan destinasi wisata.